Saturday, 15 December 2012

Rindu

Mengapa? mengapa hal ini harus terjadi padaku? mungkin ini yang disebut dengan "New world" seperti apa yang orang-orang selalu katakan, "welcome to the new world". Orang-orang selalu berkata demikian ketika seseorang menginjak usia belia, usia yang penuh dengan cerita, usia dimana masalah mulai menjamur, walau hanya kegalauan sesaat. Ya, tujuh belas tahun. 

Dan kakiku telah menapak pada batang usia ini. Tetapi aku masih merasa kalau aku tetaplah Morena yang dulu, tidak ada bedanya (hanya orang lain yang tau apa bedanya, tapi aku tetaplah aku). Jujur, sebenarnya aku ingin kembali ke masa lalu, dimana hanya permen-permen dan ribuan bonekalah yang dapat menjadi penawar kesedihanku. Dimana kesedihan itu hanya sebatas tak bisa memiliki baju boneka kesayanganku, tak bisa mendapatkan permen atau coklat yang kumau, dimana tangisan hanya sebatas puzzleku yang dirusak setelah aku susah payah memasangnya. Aku rindu masa-masa itu. Hidup tiada beban. Bebas, lepas bak seekor merpati yang lepas dari kandangnya.

Aku ingat, ketika orang lain bertanya "kamu kalau sudah besar mau jadi apa?" dengan lantang aku menjawab "aku mau jadi pilot supaya bisa keliling dunia, aku mau jadi dokter supaya bisa obatin ibu dan bapak, aku mau jadi astronot". Aku ingin jadi ini, jadi itu, dan menjadi apapun yang aku mau tanpa harus khawatir akan panasnya bibir seksi orang-orang yang ingin membuatku jatuh. Aku rindu saat-saat dimana dongeng-dongeng klasik menjadi penghantarku ke alam mimpi, dimana ibu mendekap dan menciumku agar aku sampai kesana. Dan sekarang ciuman serta dekapan itulah yang hanya kudapatkan di alam mimpi, dimana semulanya itu merupakan penghantarku kesana.

Aku rindu saat waktu belum mempertemukanku dengan cinta. Aku rindu saat aku belum mengenal pria, belum mengenal patah hati. Aku rindu dimana aku belum pernah memendam perasaan. Tetapi sekarang? semua telah terjadi. Kesedihan, kegalauan, cinta, mereka semua datang dan pergi sesuka yang mereka mau, tak mengenal situasi dan kondisi layaknya hujan di musim pancaroba yang menyebabkan berbagai penyakit menyerang ribuan fisik di dunia ini.

Terimakasih atas apa yang telah kau surat dan siratkan di setiap catatan-catatan hidupku ini. Aku tau kalian tak akan pernah kembali. Seindah atau seburuk apapun, kalian tetap menjadi kenangan, yang hanya bisa melekat tanpa bisa kuulang kembali. Apa yang kalian peringatkan sangatlah berarti. Doakan aku, agar aku mampu menceritakan surat demi surat yang selalu kalian tulis setiap hari kepada usiaku ini. Dan semoga, kalian dapat menjadi cerminan untuk surat-suratku berikutnya. Masa laluku :')

No comments:

Post a Comment