Sunday, 24 February 2013

Kosong

Kertas ini masih kosong,
dan aku pun tak kuasa melihatnya tetap kosong seperti ini.
Logika...memintaku untuk segera memecahkan kekosongannya,
tetapi apa daya, sepatah kata pun enggan mengisi kekosongan itu.

Teralu berat bagiku untuk mengisi kekosongan ini.
BUNTU! semuanya BUNTU! tak ada celah!.
Kata-kata indah yang dulu selalu tersurat, enggan lagi menampakan wujudnya.
Seperti terlalu berat tanganku ini untuk merangkai kata itu kembali,
bahkan hanya untuk sepercik tinta saja aku tak mampu.

Dimana sinyal logika itu yang selalu kunanti?,
yang selalu kutunggu pancarnya kepada hati agar terciptalah rangkaian itu.
Kemana pancaran yang selalu kutunggu?,
pancaran yang memberiku keyakinan akan karunia yang Tuhan beri pada diri ini.

Aku ingin semuanya kembali!
dan bagaimana pun caranya, aku takkan membiarkan pohon dengan dedaunan kata indah itu tumbang dihadapanku dan menimpa ragaku sendiri!

Tuesday, 19 February 2013

CURHAT LIL BIT

Hey, how are you? i do hope you're doing fine. i'm extremely sorry that i didn't have more time to write down here, because i'd been so busy these days. i'm counting down 59 more days to the national examination (UN) so, i gotta prepare for that stuff, i think that's one of  a thousand things which becomes my best priorities for this time, so, this blog seems to be neglected. And you know what, there will be 20 packges in each room for this year exams, so, the students can't cheat anymore because each of them will have a different package of questions. and this is what i'm really scared about. well, but i am so sure if i prepare it well, i'll be passed this year :D.

by the way, one of my teacher said that i'm getting thiner and thiner each day. how come? hmmm of course, i'm always having stressful days with assighments assighments and assighments each day of the week. and those guys (assighments) are extremely ruin my life a bit haha lol. Assighments also make me really confused, because everytime they are given my teachers, i just have no idea to start with. i have no idea which one should be my priorities and that's why i said that they ruin my life a bit.

i just wish somebody could tell me the way to solve it. Those guys really make me dizzy and feels like stupid one when i don't know how to start. and i think assighments shouldn't be given to the 12 grader 'cause we must focus on the national exams next april. WHAT? NEXT APRIL?!!! AAAA!! GOT NO TIME FOR SOMETHING USELESS, FOR PLAYING! but i'm still trying to have time for my lovely blog :* :*



Thursday, 7 February 2013

Armada Logika

Isyarat air mata langit serta amarah guntur di luar jendela kamarku seperti sebuah gertakan. Bagaimana tidak? hujan dan guntur merupakan penggertak yang handal. "Gertakan" yang dikirimkan hujan dan guntur membuat melek mata ini, serta meneganggkan syaraf-syarafku dari ujung kaki ke ujung kepala. Membuat ragaku gemetar serta pikiranku kacau-balau, tidak karuan bak dedaunan kering yang tersapu dinginnya angin sore ini.

Hal ini menggelitik hatiku, untuk menyuratkan bahasa logika yang kacau tadi. Aku membawa mereka dan menterjemahkannya kedalam armada huruf yang berbaris rapih di lapangnya kertas. Walau sebenarnya aku tak tahu kemana armada huruf itu akan pergi, mereka seakan mengikutiku, dari hari ke hari, dalam komando sang logika yang sebenarnya tak dapat kuterjemahkan. Tetapi mereka tak mau tahu, mereka selalu mendesak, bahkan disaat yang tidak tepat; disaat hati dan pikiranku enggan mengeluarkan sepatah katapun.

Tetapi apa daya, hanya ini  yang dapat kulakukan untuk membuat semuanya lebih baik. Walau barisan huruf itu tak berarti apa-apa, namun inilah jalan terakhir yang kurasa....harus ditempuh. Ketika aku tak lagi dapat berharap akan uluran tangan-tangan di luar sana, hanya barisan huruf ini yang dapat membantuku memikul berton-ton beban yang menguasai hati dan pikiranku, walau hanya sedikit saja.

Friday, 1 February 2013

Ribuan Keparat

Semua diam, tak kudengar se-hertz pun suara yang dipantulkan ke setiap inci ruang ini. Hanya ketidaktahuanku yang berdaya, bangkit menjadi kekuatan besar tak terkalahkan, bahkan oleh sepercik motivasi sekalipun. Aku tak tahu apa yang terjadi pada diri ini. Mengapa mereka kesini? apa yang mereka mau dariku? sudah cukup aku mengalah, membucatkan tiap mili darahku hanya untuk perang semacam ini, perang tanpa lawan. Aku seperti manusia paling bodoh, sebodoh-bodohnya manusia bodoh yang dungu. 

Aku mencoba menerka-nerka dan membaca siasat ribuan keparat itu. Tetapi mereka dengan lincahnya bersembunyi, di celah sempit yang tak dapat kujangkau. Mereka memecutku dengan cambuk andalan mereka, cambuk terdahsyat yang pernah ada. Serangan demi serangan..cambukan demi cambukan...terkaman demi terkaman... serat caci-maki yang menusuk dasar jiwaku, berdatangan tanpa henti. Bukannya aku tak berani, bukannya aku pengecut, aku selalu mencoba sekuat hati memberikan serangan balik kepada pasukan keparat itu, tetapi apa daya, mereka jauh lebih kuat. Ketika aku beri mereka seribu cambukan, mereka menyerangku dengan sepuluh kalinya. Ketika aku caci mereka dengan cacian terkejam yang pernah kubuat, mereka mencaciku dengan ribuan kata yang sepuluh kali lebih tajam dari mata Samurai. 

Aku rasakan semua serangan ribuan keparat itu, tetapi tetap saja, aku tidak tau siapakah "ribuan keparat" yang selalu menikam. Aku sibuk menangis sampai lautan air mataku menjelma menjadi gurun gersang. Sampai aku tersadar bahwa "ribuan keparat itu"......HATI DAN PIKIRANKU YANG BERGEJOLAK!