Tuesday, 18 December 2012

Love or Desire?

Sebenarnya banyak sekali yang ingin kusampaikan padamu, kawan. Hanya saja, aku tak tau harus memulainya darimana. Aku takut, aku takut kau merasa terlalu bosan mendengarkan celoteh-celotehku yang tidaklah berarti. Tapi aku yakin, dan aku tau, hanya kamulah singgasana terakhir dari segala rasa; luka, air mata, canda, dan tawaku adalah tanggunganmu sendiri. Aku percaya padamu, kau bisa membuatku tenang, dan lebih damai dari sebelumnya. 

Sahabat, andai kau bisa mengucapkan sepatah kata, apa yang kau pikirkan mengenai suratan demi suratanku tadi?. Ahhh, bodoh! aku yang bodoh! aku lupa kalau kau ini hanya hal yang statis, dan bisu. Tetapi itulah yang menjadi alasanku untuk menumpahkan segalanya, aku tau kau takkan mengeluh, kau takkan jengkel.

Seperti biasa, kawan, orang itu mampir, beristirahat di dalam pikiran dan jiwaku lagi. Apa yang harus kuperbuat? tak dapat dipungkiri rasa ini semakin menjulang bak gendung pencakar langit 78 lantai atau...100 lantai. Hal ini yang membuat otakku jungkir balik sembari bertanya-tanya, ini cinta? atau bukan?. Jikalau ini bukanlah cinta, mengapa detakku seakan meledak-ledak ke langit ke tujuh saat aku berada beberapa meter di dekatnya? mengapa darahku menjalar hangat saat dia melemparkan senyum renyahnya padaku?. Dari situ aku merasa yakin, ini bukan hal yang biasa.....ini luar biasa!.

Tidakah ini terlalu cepat? belum ada satu bulan luka itu digoreskan, sudah bermunculan "calon" luka baru, yang indah menarik diawal, dan akan menjadi darah segar berbalut kesuraman diakhir ceritanya. Walaupun aku tak akan pernah tau, apakah cerita ini akan berbuah manis, atau berlumuran darah segar yang penuh dengan kenistaan itu?, entahlah aku masih menelusurinya lebih jauh lagi. 

Haruskah kutakan kembali? sudah berapa kali aku sampaikan hal ini padamu, kawan?. Kalau kau menuntut kejujuranku, aku menginginkannya, hatiku juga berkata demikian. Namun mengertilah, hatiku juga yang belum siap untuk luka-luka berikutnya. Oleh karena itu aku bertanya padamu, ini cinta tau bukan? cinta atau nafsu?. Is it really LOVE or just a DESIRE?. And wish i could get the answer as soon as possible!.

No comments:

Post a Comment