Selamat malam, apa kabar? semoga kamu baik-baik saja. Maaf yah, akhir-akhir ini aku sibuk banget, sampai gak punya waktu untuk kamu. Dan bahkan sampai banyak cerita yang terlewat. Inget lho, aku ninggalin kamu untuk beberapa hari itu bukannya tanpa alasan, tapi kamu kan tau sendiri, aku ini sibuk, aku sudah kelas 12 dan sekarang lagi persiapan UN. Dan kamu tau gak? aku ngerasa penderitaanku saat ini lengkap. Gimana enggak, aku harus menghadapi stress masal sebelum UN, belum dicecar remidial, terus tugas yang banyak, dan saat ini, aku dicecar sesuatu, yang mungkin itu adalah alasan mengapa aku kembali kesini. Karena cuma kamu yang bisa bikin bebanku lebih ringan, walau gak ringan-ringan amat sih, heheee.
Aku gak tau kenapa akhir-akhir ini muncul perasaan yang dulu belum pernah aku rasain. Ya, terserah kamulah mau ngeluh atau gimana kek, mungkin inilah remaja, problemanya hanya sebatas perasaan hati melulu. Habisnya aku kan udah gak punya ibu, aku mau curhat kemana lagi kalo bukan sama kamu?. Oke, kembali ke topik, hmmmm, beberapa hari terakhir aku selalu dibayangi sama mantanku(sebut saja namanya Asher *nama samaran*) lewat mimpi, yaaa mantanku yang kedua, bukan yang terakhir ini (sebut saja namanya Fariz *nama samaran*). Aku juga gak ngerti sih, kenapa perasaan kangen itu muncul lagi, padahal dulu aku gak seperti ini. Gak tau yah, aku cuma rindu sama waktu-waktu yang pernah kita laluin. Apalagi pas kita jatuh dari motor itu heheheeee, 19 bulan kita jalin hubungan itu bukan waktu yang sebentar, makanya itu aku sering kepikiran. Mungkin kamu akan bertanya ya, "terus apa maksudnya kamu pacaran lagi sama Fariz waktu itu?" nah itu dia, karena waktu itu aku kecewa, dan waktu itu juga Farizlah yang berhasil membawa pikiranku jauh dari bayang-bayang Asher. Kalau boleh diakui, aku sayang sama Fariz, tapi tetap saja rasanya gak sama, gak seperti apa yang kurasakan ketika aku masih sama Asher. Ini aneh, atau akunya yang norak sih? akunya yang belum pernah ngerasain ini? aku kangen sama Asher. Tapi aku juga gak mau jadi "orang jahat" bagi Fariz. Karena walau bagaimanapun dia juga pernah jadi bagian dari hidup aku walau gak lama.
Kalau boleh jujur, rasa untuk balik sama Asher juga ada. Tapi aku belum siap untuk menerima resikonya. Balik sama Asher tentu akan mengundang kontroversi, baik internal (dari dalam diriku), maupun eksternal (tanggapan sahabat-sahabat, saudara, dan teman-temanku yang lain). Aku yakin mereka pasti akan menganggap aku ini cewek paling jahat. Dan mereka akan menganggap bahwa aku hanya menjadikan Fariz pelampiasan, walau aku gak merasa seperti itu. Tapi hatiku berpihak sama Asher. Entah ini sayang atau BODOH. Tapi yang jelas, bukan aku yang berbicara dalam konteks ini, tetapi hati nurani! dan kamu kan tau, kalau hati nurani gak akan ada yang bisa mengganggu gugat. Dan maunya hati tuh banyak, moodnya juga gak jelas, kadang begini, kadang begitu, entah ini hatiku saja atau semua hati para insan juga seperti ini, gak tau deh ya, yang jelas hatiku ini gak bisa berbohong. Aku masih bertanya-tanya juga, mengapa perasaanku ini kuat? seakan sesuatu meyakinkan aku kalau cinta ini benar-benar harus jadi milik dia seutuhnya. Hmmmm aku lelah, dan gak tau apa yang harus diperbuat, mungkin aku sayang sama dia.
Walau begitu, aku gak mau ambil keputusan terlalu cepat. Aku masih butuh waktu untuk memperbaikki diri. Dan aku harap Asher baca ini. Aku berharap aku tidak terlambat. Aku juga berharap suatu saat nanti aku bertemu lagi sama dia, dan gak akan terpisah seperti ini. Aku tau ini salahku, mungkin aku egois. Tapi aku gak akan berhenti berharap, berharap, dan berharap yang terbaik untuk kita.
Itu saja sih untuk malam ini, makasih ya udah mau dengerin. Maaf ganggu, :* kamu sahabatku yang paling setia, dan paling mengerti, walau aku tau kamu itu bisu dan statis, tapi aku selalu yakin kalau kamu selalu disini untukku. wassalamualaikum.