Friday, 28 December 2012

Bahasa Jiwa

Aku merindukan saat-saat ini. Rasanya, sudah lama aku tak merasakan apa yang kurasakan sekarang. Bahagia yang tak dapat dilukiskan dengan warna apapun, yang tak dapat diterjemahkan oleh bahasa hati, dan bahagia tanpa perlu takut akan segala kecaman mulut-mulut tak bertanggung jawab, karena dia telah meyakinkanku sepenuhnya bahwa semua akan berjalan sebagaimana mestinya. 

Beruntung Engkau telah berbicara padaku serta menunjukan bahwa ada seseorang yang merana, yang rindunya tak berbalas. Beruntung Engkau telah memberitahuku siapa yang sesungguhnya berkorban dengan sepenuh hati untukku, siapa yang selalu setia dan ada untukku disaat derai air mata langit menghujani dasar jiwa ini. 

Matanya tidak menunjukan suatu keterpaksaan sekalipun. Ikhlas, tak mengharap sebuah balasan. Sosok tegar yang pernah kukenal, memberiku kesempatan untuk berdiri dibawah payungnya, diantara ribuan butir air mata yang menghujani hati. Dan bersama payung itu dia membawaku ke tempat baru, dimana semuanya berbeda. Ketempat dimana mentari menyinari segenap jiwa ini hingga ke dasarnya. Dan ia berlutut, menyatakan maksud semua ini, menterjemahkan bahasa hati yang dahulu tak bisa kuterjemahkan. Dari situlah aku tahu apa mau hati ini; "Hatiku menginginkannya".

Sunday, 23 December 2012

Air Mata Langit

Sore ini hujan turun lagi. Bau basah yang ia ciptakan seakan membawaku pergi ke masa yang berbeda. Milyaran tetesnya bak tangisan langit yang menderu akibat amarah sang awan hitam yang kian membara. Hembusan angin yang mesra membelai tiap inci bumi ini. Suasana hening membuat jiwa ini tak mau beranjak dari peristirahatannya. Suasana syahdu tak ayalnya seperti mesin waktu yang membawa jiwa ini berfantasi menelusuri tiap detik masa lalu, saat ini, dan masa depan.

Tetes demi tetes tangisan langit membuatku rindu akan gelak tawa kemarin. Dan warnanya yang rancu mengingatkanku akan keterpurukan yang tak pernah bisa kulupakan sampai detik ini. Suatu rasa yang tak dapat kulukiskan dengan warna apapun, tak adapat kugoreskan dengan milyaran liter tinta pun, bahkan tak dapat kukatakan barang dengan sepatah kata. Kesedihan 5 tahun lalu membuatku membenci hujan.

Aku lantas pergi ke sebuah tempat; luas nan sepi. Beberapa pasang nama tertulis diantara hamparan tanah yang digelimangi air mata langit. Kakiku berjalan kaku hanya beberapa langkah dari sebuah nama yang terpampang disana. Saat aku berada tepat di depan nama itu, aku terdiam, terpaku. Rintikan hujan seakan membuatku rindu padanya, si pemilik nama tersebut. Diantara deru langit, kupanjatkan seikat doa untuknya. Sebuah nama yang menjadi panutanku, sebuah nama yang menguatkanku menghadang derasnya badai cobaan.

Walau nama itu sudah menjadi hal yang bisu, ia akan tetap menjadi tempatku bersandar di tengah-tengah kelelahan hati. Nama itu pula akan menjadi sesuatu yang membangunkanku di setiap kejatuhan yang menyapa.

Menentang Sang Takdir

Menjalani 5 tahun yang berat tanpanya membuat aku bertanya-tanya pada jarak dan waktu akan apa yang telah terjadi selama ini. Takdir seakan tega membiarkanku bangun sendiri saat buntutnya menghempaskanku jauh dari hadapan dunia. "Apakah harus takdir yang disalahkan?" gumamku kepada sang waktu. Milyaran lisan memerintahkanku untuk berhenti menyalahkan takdir. Sesuatu yang telah mengambil dia dari hidupku. Ya, sesuatu yang telah membangun dinding pemisah dimensi ini, dengan dimensi lain tempatnya berada. TEMPAT IBUKU BERADA. Seandainya aku bisa berbicara kepada takdir, ingin kulemparkan sebongkah pertanyaan yang telah lama tertimbun, tertutup, dan tertahan diujung lisan ini, sehingga aku tak perlu lagi menguras pikiran serta memeras milyaran tetes air mata yang membasahi lembaran kain hati. 

Walau begitu, aku sadar bahwa aku hanyalah anak manusia. Yang diciptakan untuk menjadi penjaga di muka bumi ini. Aku tak punya kuasa apapun, aku ini hal kecil, dan hanya dapat menerima apapun yang terjadi; baik itu hal-hal positif, ataupun yang negatif (menurutku) sekalipun. Namun aku yakin, dibalik kejamnya takdir, selalu ada tangan maha kuasa yang memberi komando pada sang takdir untuk menuntunku kearah yang lebih baik, kearah yang benar. Bahkan tangan-Nya jugalah yang memerintahkan hikmah untuk datang dan menghapus kembali milyaran tetes air mata yang menghujani pipiku, agar aku dapat tetap berdiri tegak, dan bertahan menghadang badai cobaan yang selalu siap bertiup untuk kembali menyungkurkanku di tengah-tengah lembah kenistaan yang gersang seorang diri.

Friday, 21 December 2012

Sorry :(

I'm so sorry. Perhaps this is too fast for us. That 19 months is over and we're in the new beginning, with our own world, and we'll take the happiness in our own way; you'll go yours and i'll go mine. Maybe you still think about how jerk i am. You can tell everything to the world without worrying someone's gonna get mad or something. You can say it loud! "SHE'S A SUPER BASTARD!" that's totally up to you. I'll never bother your world anymore. Because i've got mine. And i've got my own happiness. 

Well, I just wanna ask you something, boy. Where were you these days? where were you when i needed you? when you meet your friends, you seemed to ignore me. And you never realized on my existance. you just talked to your friends, laughed out loud, without realizing that i was waiting for you to be needed and held tightly. And you know what, you've let another guy to cheer me up indirectly. Eventhough i still wished for your attention at that time. you know what, giving another man opportunity to make his woman smile is THE BIGGEST MISTAKE EVER!.

Now, i've found someone new, someone i thought i could never be in love with. Someone's that actually always there for me when i need a hand. Someone who wipes my tears away when your silence was trying to kill me. I do hope you can take all of this wisely. And hope you're happier with another me out there. One more thing, take this as a lesson, so you'll never undo the same mistake again in the future.

I don't want you to be my enemy, i want you to be my friend ;) and i'll always support you no metter what.

Thursday, 20 December 2012

No Name

Aku sangat tercengang, ya, tercengang melihat fakta-fakta yang telah terungkap dari bibir manisnya itu. Setelah sekian lama fakta demi fakta itu terkunci rapat-rapat diujung lidahnya, akhirnya, dia telah membuka kunci lidahnya dan membiarkan fakta-fakta itu kutahui. Aku tak menyangka sekaligus terkesan dengan apa yang sebenarnya terjadi, tentang hal yang (awalnya) kupikir takkan pernah terjadi.

Ternyata benar, ketika Allah memberikan kita sebuah cobaan, maka Allah sedang berbicara kepada kita bahwa ia menjanjikan kebahagiaan di seberang sana. Dan Ketika cinta itu pergi, tanpa kita sadari, cinta lain telah menunggu untuk menyebarkan harumnya. Aku tersadar, seperti seekor beruang yang telah terbangun dari tidur panjangnya, dari mimpi-mimpinya yang semu.

Aku sangat tercengang, ketika ternyata dialah yang benar-benar berkorban untukku. Dialah yang rela menahan segala penderitaan demi sahabatnya, dengan tanpa rasa bosan dia setia mendengarkan celotehan demi celotehan yang keluar dari bibirku, yang secara tidak langsung merupakan goresan luka yang menancap di hatinya. Tetapi lihatlah, keikhlasannya membuat goresan demi goresan itu tak berarti.

Sampai suatu ketika, cinta mendepakku keluar dari surganya. Menyungkurkanku ke dalam sebuah ruang yang kosong, tak berpenghuni. Dan satu per satu sinar terang itu membayangi ruang gelap nan sepi itu. Yang satu menghapus butiran air mata, yang satunya membantuku berdiri, dan YANG SATU ITU memapahku dan membawaku keluar, ke suatu tempat yang serupa; indah dan tentram.

Ternyata dia, ya, dia yang sering tersakiti itulah yang memapahku keluar dari ruang nan gelap itu (setelah sahabat-sahabatku). Dan pengorbanannya jelas sekali. Dari situ aku tersadar, dia pula lah yang menangkapku ketika cinta itu menghempaskanku.

Wednesday, 19 December 2012

Ewww forever is gone!

Hey, i'm back again. I'm so sorry that yesterday i had no time to write. Because i didn't have any topic to tell you ahahaha. Today was such a fairytale for me. I think so because i've got some good news today. First, the big match between XII science 3 and XI social 4 was won by science!! and i had a lot of fun giving a support and crazy yell for science on the match. Second, i didn't get a remidial for english odd semester test. And i've got a quite good mark at it, well, 85, eventhough my english grade is dropped, but i'm still glad that i don't have to do any remidial. Thirdly, me and that boy (my best friend that i had told you on the previous posts) are getting closer and closer ahahhaa. I think i'm just gonna counting down the second until he asks me to go out. But, wait, isn't that too fast? okay, i don't care! ahahha.

Many of my friends still don't know about my relationship status. They thought i'm still goin' out with my ex. Hellooowww family! he had just gone to the ocean forever ago. Hmmm and there was something strange i'm feelin' for my ex and my best (almost boy) friend ahha. My ex seems so friendly to my best (almost boy) friend. I actually don't understand about it. When i was in a relationship with him, he never got so close to my best friend like that. But today, when i was near my best friend, he came over and act like he wanted to break the ice (or break us apart? well, let the time shows us later). It makes me little bit upset actually. Well, when i needed him,  he was never there for me, never realized on my existance. But now, when everything is over, when forever is gone, he finally comes over and seems to make me feel awry so i can be melted and want him back. Oh no way! "boy, where were you when i needed you?".

Tuesday, 18 December 2012

Love or Desire?

Sebenarnya banyak sekali yang ingin kusampaikan padamu, kawan. Hanya saja, aku tak tau harus memulainya darimana. Aku takut, aku takut kau merasa terlalu bosan mendengarkan celoteh-celotehku yang tidaklah berarti. Tapi aku yakin, dan aku tau, hanya kamulah singgasana terakhir dari segala rasa; luka, air mata, canda, dan tawaku adalah tanggunganmu sendiri. Aku percaya padamu, kau bisa membuatku tenang, dan lebih damai dari sebelumnya. 

Sahabat, andai kau bisa mengucapkan sepatah kata, apa yang kau pikirkan mengenai suratan demi suratanku tadi?. Ahhh, bodoh! aku yang bodoh! aku lupa kalau kau ini hanya hal yang statis, dan bisu. Tetapi itulah yang menjadi alasanku untuk menumpahkan segalanya, aku tau kau takkan mengeluh, kau takkan jengkel.

Seperti biasa, kawan, orang itu mampir, beristirahat di dalam pikiran dan jiwaku lagi. Apa yang harus kuperbuat? tak dapat dipungkiri rasa ini semakin menjulang bak gendung pencakar langit 78 lantai atau...100 lantai. Hal ini yang membuat otakku jungkir balik sembari bertanya-tanya, ini cinta? atau bukan?. Jikalau ini bukanlah cinta, mengapa detakku seakan meledak-ledak ke langit ke tujuh saat aku berada beberapa meter di dekatnya? mengapa darahku menjalar hangat saat dia melemparkan senyum renyahnya padaku?. Dari situ aku merasa yakin, ini bukan hal yang biasa.....ini luar biasa!.

Tidakah ini terlalu cepat? belum ada satu bulan luka itu digoreskan, sudah bermunculan "calon" luka baru, yang indah menarik diawal, dan akan menjadi darah segar berbalut kesuraman diakhir ceritanya. Walaupun aku tak akan pernah tau, apakah cerita ini akan berbuah manis, atau berlumuran darah segar yang penuh dengan kenistaan itu?, entahlah aku masih menelusurinya lebih jauh lagi. 

Haruskah kutakan kembali? sudah berapa kali aku sampaikan hal ini padamu, kawan?. Kalau kau menuntut kejujuranku, aku menginginkannya, hatiku juga berkata demikian. Namun mengertilah, hatiku juga yang belum siap untuk luka-luka berikutnya. Oleh karena itu aku bertanya padamu, ini cinta tau bukan? cinta atau nafsu?. Is it really LOVE or just a DESIRE?. And wish i could get the answer as soon as possible!.

Monday, 17 December 2012

Tetesan Jiwa

Mungkin sekarang aku telah menemukan passion ku, hasratku, yang selama ini bersembunyi entah dimana. Perhaps this is what i am, what i planed , and what i wanna be. Setelah sekian lama hasrat itu terpendam jauh di dasar hati, di dasar jiwa. Tetapi akal demi akal, ide demi ide berhasil menggalinya, mereka telah berhasil menjangkau dasar hati itu, dan membebaskan hasrat itu dari kekangan rasa takut.

Apa yang kulakukan saat ini mungkin belum seberapa. Tulisan-tulisan ini bisa jadi hanya sekedar tulisan kelas cetek. Dan kuharap mereka di luar sana dapat memakluminya tanpa harus menjatuhkan hasrat itu kembali ke dasar hati. Jangan sampai mereka mengubur hasratku ini sampai ia enggan untuk keluar dan mengepakan sayapnya kembali. Ya, aku sadar betul bahwa aku hanyalah seorang amatiran. Seorang yang baru kenal tulisan (sebetulnya aku sudah mengenalnya dari dulu, tetapi hanya saja belum mulai mengaplikasikan).

Alasan mengapa aku bisa bilang ini adalah hasratku yang telah lama terkubur adalah, aku baru tersadar bahwa hanya huruf demi huruf inilah yang sangat mengertiku. Ketika tak ada jari-jemari pun yang dapat menolongku keluar dari sumur kenistaan, hanyalah huruf demi huruf yang tergores inilah yang dapat membantuku sedikit demi sedikit untuk keluar dari sumur terkutuk itu. Ketika tak ada satupun daun telinga yang sudi mendengarkan pekikan jiwa ini, goresan inilah yang sudi mendengarkannya walau mereka hanyalah hal statis yang bisu! tidak dapat berbuat apapun barang hanya mengucapkan satu patah kata.

Aku sangat berterimakasih kepada mendiang ibu yang mengajarkanku tentang hal ini. Apa yang pernah dia katakan ternyata terbukti benar. Hanya goresan demi goresan tinta inilah yang mampu menjelaskan apa-apa yang kita rasa, ketika lisan tak sanggup mengungkapkan. Hanya goresan-goresan ini yang mengerti apa yang kita mau. Sehingga mungkin, aku akan tetap menumpahkan tetes demi tetes tinta ke dalam singgasana kosong ini, untuk membuang sebagian canda, tawa, luka, tangis, dan derita yang tak mampu dijelaskan oleh lisan.

AAAAARRGGHHH!

Sulit digambarkan. Apa yang kurasa sekarang kiranya hanya Allah dan hati itu sendiri saja yang tau. Keterpurukan demi keterpurukan yang melanda diriku memang membuatku seakan ditendang oleh dunia. Apa yang dunia berikan kepadaku sangatlah tak pantas. Tak pantas bagi seorang anak manusia yang telah diberi amanat untuk melangsungkan apa yang ada, melanjutkan apa yang belum terselesaikan, dan menjadi cerminan masa depan orang-orang sebelumnya. 

Entah mengapa perasaanku saat ini sangat tak menentu. Aku tau, mungkin ini adalah serpihan-serpihan hatiku yang hancur sebulan yang lalu (mungkin kurang dari sebulan), serta kegalauan yang bermunculan ketika ada seseorang yang mencoba mencari dimana serpihan-serpihan itu berada dan akan mengembalikannya ke tempatnya semula. Mungkin hal ini sering sekali dirasakan oleh setiap orang. Ya, disaat kita sedang hancur, there must be that one who always try to fix up your broken heart. Dan orang itulah yang sebetulnya membuat perasaan galau ini makin menjadi-jadi. Karena kita sama sekali tidak tau dan tidak mengerti kemana kita harus berjalan. Apakah kita tetap dengan pendirian? atau kita segera move on? kalau kita mencoba move on, bagaimana citra kita nanti? baik? atau buruk?. Perasaan ini membuatku kepalaku seolah ingin pecah, layaknya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yang diluncurkan sekutu. 

Mengapa dia datang disaat yang begitu tepat? saat hatiku sedang hancur, saat ketakutan selalu bergentayangan siang dan malam, saat aku mencoba untuk tidak membuka pintu hatiku pada siapapun. Tetapi, lihatlah dia. Dia datang penuh keikhlasan, mengulurkan tangannya agar aku bisa bangkit, menyodorkan bahunya untuk dihujani dengan ribuan butir air mata, air mata yang tercurah akibat luka yang tak bisa dilukisan oleh sepatah katapun. Dia membuatku seakan hidup kembali. Membuatku yakin bahwa aku tak sendiri. Dan apa yang harus aku lakukan sekarang?. Hatiku sudah terlampau sakitnya. Aku tak berani masuk kedalam cinta yang lain lagi, dan aku tak siap untuk didepak keluar oleh luka yang sama. Dan aku tidak ingin sepatah kata cinta membuat persahabatanku dengannya hancur. Walau sejujurnya aku tau, aku paham, aku mengerti mau hati ini. HATI INI MENGINGINKANNYA! namun aku belum siap untuk semua luka yang mungkin akan digoreskan kembali.

Sunday, 16 December 2012

Syair Hati



Apalagi yang harus ku goreskan kali ini? aku tak akan pernah tahu. Aku bimbang. Seperti seekor anak kucing yang mencari induknya entah kemana. Sudah terlalu banyak yang kupendam di dasar hati dan pikiranku. Kerasnya hidup yang kupunya membuatku rindu akan ketenangan. Aku terjebak di dalam gudang kegalauan. Sehingga asap kegundahan membuatku sesak. Terlalu banyak cerita tak sampai. Terlalu banyak luka berserakan. Sampai-sampai lisan ini tak dapat menggambarkannya barang dalam satu kata pun. 

Mungkin aku terlalu naif. Aku tak berani menyampaikan apapun yang terjadi kepada siapa-siapa yang ada. Aku takut. Bahkan terlalu penakut karena aku tak ingin goresan itu menampakan dirinya kembali. Ketika dunia mencampakkanku, aku hanya bisa menelan pil kepahitan yang disuguhkan dunia pada diriku. Hingga aku tersungkur jauh dari muka dunia. Aku terperosok dalam, jauh kedalam perut bumi tanpa bisa menyentuh dasarnya. Hatiku memekik sekencang-kencangnya dan berharap agar pekikan itu dapat membangunkan siapapun yang ada untuk membantuku berdiri. Tetapi pekikan demi pekikan itu tak satupun didengar. 

Aku bertanya pada semua elemen di muka bumi ini, "Apa yang sebenarnya terjadi? apa aku pantas mendapatkan kebahagiaan itu?". Aku merasa selalu ada luka di setiap hela nafas yang kuhembuskan. Di setiap senyum yang kulemparkan pada dunia, selalu ada satu titik lemah yang memaksaku untuk menyerah. Aku tidak dapat berbuat apapun. Aku tidak dapat bernyanyi selantang dulu. Syair-syair hati itu hanya dapat kusimpan rapat-rapat di dasar jiwa. Tak ada barang satu orangpun yang mau datang dan membantuku walau hanya untuk meminjamkan bahunya agar aku bisa membasahinya dengan butiran air mata yang menghujaniku. Apa aku yang harus mendatangi mereka? mengemis akan belas kasih mereka? tidak mungkin!. Aku tidak akan bisa percaya pada mereka. Dan mereka takkan pernah mengerti syair-syair itu. Hanya ada satu orang di dunia ini yang mengerti betul akan syair-syair itu, tetapi seseorang itu telah pergi meninggalkan kerak bumi ini dan hanya bisa menyaksikan dari dimensi lain. Semenjak kepergiannya, aku tak pernah lagi menyanyikan syair-syair itu kepada siapapun. Karena aku tahu betul bahwa mereka takkan pernah memahaminya. 

Pekikan demi pekikan, syair demi syair yang menghujani lahan hati ini, sekarang hanya bisa kugoreskan di atas kertas ini. Entah sampai kapan. Mungkin sampai mereka benar-benar lepas dari dalam diriku. Sampai dunia yang mempersilahkanku untuk keluar dari dimensi ini.


Saturday, 15 December 2012

The devil's whisper

Hoooaaammm..this kinda atmosphere has successfully made me soooooo bored. It's sunday and i have nothing to do. Some people may be havig fun with their relatives, their friends, or perhaps their lovers. But me? i can just sit in front of my notebook, writting, writting, and writting something useless and awkward. Because this is all i can do. My sister can't even be asked to do something fun. She's too lazy. She can say "alright, not for now, i'm tired" while lying on her bed. I'm feelin' all alone. So i can just write, write, and write.

I'm extremely bored!!. Nothing can ever compare that. I have no money, no credits, no mention on twitter, no one greets me on facebook, no text, and no lover! (haha). I'm feeling like this world is full of boredom. So, just this blog and notebook that can ever make my sunday funner.

I think i'm a miss "i don't know". Because almost every post on my blog are written "i don't know" or "i don't even know" haha. Because i'm a DUMB GIRL! i really wanna stop writting like "i don't even know why something bla bla bla bla" but i can't!. Because i have no inspiration nothing to write down. 

I always feel like there's someone says "she's just putting writtring on airs, she's dumbass and too much!" is that a devil or something? and now something's whispering like "don't be showed off! dumbass! your english isn't good! look at your grammar skill! it's still below average. can you please write something more useful?" and they always whisper that shit again, and again 'till i lost my desire of writting. 

I actually have so many stories on my mind. so many things happened but i just don't know where to start (alright 'i don't know' again). Perhaps i'm too late for telling you those stories.  Because i've been so busy these months and have no time for this blog. And Yeaaah yeaahh, i know i'm a fool. My writting skill ain't that good. I know, i know my capacity. But i'm still gonna write!


Rindu

Mengapa? mengapa hal ini harus terjadi padaku? mungkin ini yang disebut dengan "New world" seperti apa yang orang-orang selalu katakan, "welcome to the new world". Orang-orang selalu berkata demikian ketika seseorang menginjak usia belia, usia yang penuh dengan cerita, usia dimana masalah mulai menjamur, walau hanya kegalauan sesaat. Ya, tujuh belas tahun. 

Dan kakiku telah menapak pada batang usia ini. Tetapi aku masih merasa kalau aku tetaplah Morena yang dulu, tidak ada bedanya (hanya orang lain yang tau apa bedanya, tapi aku tetaplah aku). Jujur, sebenarnya aku ingin kembali ke masa lalu, dimana hanya permen-permen dan ribuan bonekalah yang dapat menjadi penawar kesedihanku. Dimana kesedihan itu hanya sebatas tak bisa memiliki baju boneka kesayanganku, tak bisa mendapatkan permen atau coklat yang kumau, dimana tangisan hanya sebatas puzzleku yang dirusak setelah aku susah payah memasangnya. Aku rindu masa-masa itu. Hidup tiada beban. Bebas, lepas bak seekor merpati yang lepas dari kandangnya.

Aku ingat, ketika orang lain bertanya "kamu kalau sudah besar mau jadi apa?" dengan lantang aku menjawab "aku mau jadi pilot supaya bisa keliling dunia, aku mau jadi dokter supaya bisa obatin ibu dan bapak, aku mau jadi astronot". Aku ingin jadi ini, jadi itu, dan menjadi apapun yang aku mau tanpa harus khawatir akan panasnya bibir seksi orang-orang yang ingin membuatku jatuh. Aku rindu saat-saat dimana dongeng-dongeng klasik menjadi penghantarku ke alam mimpi, dimana ibu mendekap dan menciumku agar aku sampai kesana. Dan sekarang ciuman serta dekapan itulah yang hanya kudapatkan di alam mimpi, dimana semulanya itu merupakan penghantarku kesana.

Aku rindu saat waktu belum mempertemukanku dengan cinta. Aku rindu saat aku belum mengenal pria, belum mengenal patah hati. Aku rindu dimana aku belum pernah memendam perasaan. Tetapi sekarang? semua telah terjadi. Kesedihan, kegalauan, cinta, mereka semua datang dan pergi sesuka yang mereka mau, tak mengenal situasi dan kondisi layaknya hujan di musim pancaroba yang menyebabkan berbagai penyakit menyerang ribuan fisik di dunia ini.

Terimakasih atas apa yang telah kau surat dan siratkan di setiap catatan-catatan hidupku ini. Aku tau kalian tak akan pernah kembali. Seindah atau seburuk apapun, kalian tetap menjadi kenangan, yang hanya bisa melekat tanpa bisa kuulang kembali. Apa yang kalian peringatkan sangatlah berarti. Doakan aku, agar aku mampu menceritakan surat demi surat yang selalu kalian tulis setiap hari kepada usiaku ini. Dan semoga, kalian dapat menjadi cerminan untuk surat-suratku berikutnya. Masa laluku :')

The Final is closer

It's almost end of year now. Less than 2 weeks later we'll say goodbye to 2012 and welcome 2013. and do you know what it means? hmmm okay, it means i'm getting closer to the national examinations which are really exhausting and scary for the students all over this country. i still don't have any preparation so far. what a lazy, huh?. 

I'm not joining any course for the preparation though. moreover, there's gonna be some morning tests along 3 or 4 months before the final examinations. and all the questions we did will be dicussed on the lessons. so, i think it's quite enough for my preparation. This is what i hate about being 12 grader. i must wake up 2 hours earlier than usual, i must be at school at 5.30 a.m for the tests (having some tests is gonna be my breakfast hahaha just kidding), and go back home as usual (12.30 pm) and then i must review what i learned that day, and in the evening i must study for the next day's tests, study, review, study, review, study, review, and study again!. This is gonna be the most exhausting 3 months i've ever had in my whole life.

I'm taking a science programme at my school. And this is gonna be so hard for me. The national exam questions for the science class is harder than the social one. I'm actually not interested in natural sciences at all; math, biology, physics, chemistry, They are my biggest enemy. Don't ask me why i can be in this class! because i don't even know why!. When i was a 10 grader, i got a questionnare. and i had to fill one of  two programs; science or social. And i chose the social one at that time. And i also had a psychological testing, the result was, i was more appropriate to study in social programme. But when i got my school report on hand, the result was that i was in science programme. I didn't even understand why. i'm not good at science at all. Because it's not my interest. My heart and my soul are in literature. And wish my school had that kinda programme. if my school really had that, i would have taken that programme now. 

By the way, taking science programme is not always that sucks. Because here in our country, if we take science programme, we're able to choose any majors freely when we'll go to collage. But we can't do that if we take social programme. If we take a Social programme , we can only choose the majors which are related to the programme. So, it's obviously, absolutely, and really possible for me to take LITERATURE when i'll go to collage. 

So, wish me luck on the examinations. Please, pray for meeeeeeeeee!!!!! 


Thursday, 13 December 2012

MOMMY :O

Hello my blank blog. i'm really confused now. i don't know what to do anymore. this is the most exhausting feeling i've ever had in my entire life. today i've got a math assighment for my remidial, i found out my physics grades was dropped. this is sucks! really really sucks!. And i found something strange came out from my ex's mouth.

This morning my ex asked me wether i wanted to go to school or not. i said i wanted to go to school to find out if there's some new announcements. and he asked me to meet him at our school health care room, 'cause he's got something to tell me. 

when i arrived at school, i went to the health care room immidiately and when i arrived there, i saw him lying on the mattres. "what's going on?" i asked. "i don't know, feeling kinda dizzy" he answered. "why don't you just go back home?" i asked him back, "nobody takes me home" he answered again. i felt guilty when i look into those eyes. i didn't even know what to do. so i asked him about what he was gonna tell me. and then he told me "i dreamed about your mom 3 days ago", "WHAT!? how come?" i asked him with my shocking voice. i just never thought it could happen, you know, my mom had passed away since i was 12, how come he could dream about her and know her physical appearence? this is freak and doesn't make sense at all. "so, did she tell you anything?" i asked him back again, "yes, she did. she thanked me for making you happy, and she told me to send her best regards to you and your twin sister" he answered with his helpless voice. 

i'm still wondering why my mom appeared on my ex's dream. there must be a reason to it. and i hope that i'll see her on my dream to tell everything i feel these days. for sure, i'm missing her and loving her like no one else could.

CONFUSION

Hey, it's me again. as usual, sitting here and having a quality time writting on this blank blog haha. alright, i was having so much fun today with my buddies, eventhough we didn't go to a precious place but we did have a lot of fun at our friend's house while watching some movies. i also got entertained and learned everything from the movies. well, i think i don't have to tell you what movies i watched today with my buddies because it isn't necessary though ahhahaa. but i'll tell you something which makes me confused and don't know what to do.

Honestly, i'm getting bored of writting about this topic; confusion. Confusion always be my trending topic in life. this is kinda shit!. i mean, i'm trying so hard to throw that feeling away but i have no idea why i can't do anything when it comes over here. i always feel like a stick that is stubbed deeply into the ground, stuck, and couldn't even move an inch. this is exhausting!.

When we drown in a confusion, there must be that one person who always lights up our world. and yes, i've got that one person. perhaps i can call him my "right hand". he's the one i turn to everytime i feel confused. He knows what i like or dislike even better than my ex did. he's always there listening to all my stories without being bothered and bored. he also gives me so many solutions to all the problems i have. he's one great listener. you know, it's hard to find a boy who wants to listen to a girl's unstoppable stories nowdays, huh?.

We always have some interesting topics to talk about, whether it's about subjects, movies, music, social phenomena, politics, religion, friendship, love life, or even family. We can't even stop debating when we have a different opinion on something, and that's what i love about being friends with him. He's critical and open minded.

I don't even know why i feel so comfortable everytime i get closer to him. he always tries to make my day brighter than before. he always be the one who wipes my tears away. we hang out together, study together, have fun together, until everybody says that there's an affair between us. but i actually don't consider it as an affair. he's just one of a thousand best friends i've ever had in my whole life. i know i'm feeling broken-hearted, i know i'm single and nobody owns my heart anymore, but....hmm.. i have no idea. it's been less than a month since i broke up with my ex. So, it's totally impossible for me to move on. i mean, i can't be in love for now but i don't wanna be mentioned as an empty hope giver. hmmmm i'm not ready for love and being hurt again. Being his BEST FRIEND is more than enough for now. i'm happy that i have him as my BEST FRIEND.

Wednesday, 12 December 2012

Just Keep on Keeping

hey, here i am again. sitting in front of my laptop and drown in the silence. i just don't know what to do. i'm bored and feels like i wanna throw everything in front of  me. i'm feeling strange and so random today. i don't why.

i really wanna hang out and have fun with my friends out there, but sadly, my uncle doesn't allow me to go out and today is raining so cats and dogs. i feel so unmood today. i don't know what i have to write on this blog. there's no inspiration comes to my mind. 

the exams week is over. and now i'm waiting for my odd semester results. i'm so sure that i didn't success in physics, math, and chemistry. perhaps i'm too pessimistic, but i think it's true. Chemistry, physics, math, biology are my biggest enemy, i don't even know why i can be in this science class. everytime i get a bad mark on them, my parents never gets mad or anything. it sounds pretty good, huh? of course it is! because they know natural science is my biggest weakness. you know what, when i see my clever classmates, i'm feeling so down. i don't even know how they can be so confident in solving all the problems. and everytime i try to solve them, my "clever" classmates always said "NOOO IT'S NOT LIKE THAT! IT'S WRONG" you know what, it makes me so down, i always think that i'm the most stupid person in this world. 

i hate it when my classmates get a good mark while i don't. i hate it when they laugh and scream a loud while i'm drowning in tears because of my bad marks in natural sciences. i hate it when they didn't there for helping me to slove those silly problems, so i look like a stupid dumb silly thing at that class. i hate it when my teachers ask me to solve the problems when (maybe) they know i can never do that.

i feel like i've been underestimated. and my spirit is gone, yeah, my mom is gone. she's the only one i turn to everytime i get this silly feeling, she can give me a positive energy so i can stand up and face the world again. but now, nobody's there for me, nobody catches me when i fall. and i just can keep this feeling. keep, keep and keep on keeping this silly thing!

Tuesday, 11 December 2012

END IT UP!

Hello blank blog hahah! how are you doing? i do hope you're doing fine. and please, don't ask me where i've been this week. i've been soooooooooooo busy with my activities; school, examinations, assighments, drama project, and so on. so, i have no time for you, my blank blog. and please, don't be mad, ok haha ;). 

 i guess you've been missing so much stories from me hahaa. yeah, i am so sorry that i have no time to tell you about them. well ,actually, i just don't know where to start. Alright, because you've missed so much stories which is impossible for me to tell you one by one, i'll be telling you one of them now. and..that is gonna be....the reason why i broke up with my boyfriend.

Hmmm i actually never thought it was gonna happen to us. we had been going out for 19 months, and it's not a just a moment!. well, actually, i'm the one who make it stops, because i'd been neglacted and felt dumbed like shit. i always tried to be with him, be there for him whenever he needed me, i tried to be patient but he never cared. he was just too busy with his activities without realizing that i was there for him. he had no time for me even just for having a little-sweet-phoning. 

i'd been feeling upset so many times. And there was one thing that successfully made me mad. one day, i was at my class, sitting on my chair with my favorite song on my earphone. and then he came to my class, i thought it was gonna make my day because i was missing him so much, i started to smile when i saw him entering my classroom, but that smile fade away when i realized that he didn't come for me, yes! he didn't look for me to have that sweet-little-chat as a couple but he came for his partner(girl) to talk about their buisness. and then they got out of my class, having a little chat, and when the conversation was over, he left me and went back to his classroom and DIDN'T EVEN SAY HI!.IS THAT WHAT WE CALL A BOYFRIEND?!. 

And you know what, that was just one of a thousand things that successfully made me mad. it means, there's still another thing that makes me upset. and do you know what it is?. okay, i've been through my birthday twice during my realtionship with him, i always gave him something on his birthday. and guess what, on my 16 birthday, he didn't even gave me any birthday WISHES. but i still forgive him at that time, perhaps he forgot it (or pretended to forget it). i still wish that he would gave me one on my 17 birthday. and when the sweet 17 came, i didn't even get any text from him, and when i saw him at school, he still didn't say anything. until at night, i forced him to gave me a birthday wishes, what a resent that moment was! a girl forced her boy to say a little birthday wish, haha lol it is so embarrasing.

his parents doesn't allow him to text anybody at night because his marks are turning down. and his parents think that i'm the one behind it. well, perhaps it has a similar meaning as "she's a disturber". from the fact above, i can conclude that he's not the good one for me. so, i decied to end it up. i can't even stand anymore i'm just an ordinary girl and not a wonder woman. i can't resist for being neglected and dumbed all the time. 

however, i'm so glad that i used to have him in my life. 'cause our relationship taught me so many things; how to love, how to care, and i hope it can make me maturer than before. :)

Thursday, 13 September 2012

Musuh Abadi

memang tak mudah, hidup ini selalu ada jatuh-bangunnya. yaaa Life is never flat. selalu ada tantangan dalam setiap hal yang kita kerjakan, bahkan hal kecil sekalipun. entah itu konflik internal, atau konflik eksternal, mereka semua SAMA!. semua insan membenci mereka, kehadiran mereka yang tidak terduga kapan waktunya, dimana tempatnya, kepada siapa mereka datang, serta atas dasar apa mereka harus datang, membuat kita seolah-olah terbelenggu oleh kegalauan yang tak berujung. mereka adalah mala petaka bagi sebagian insan. bahkan, mereka dapat merenggut hidup sebagian jiwa. mereka dapat menjadi biangkerok ketidaksanggupan sebagian jiwa untuk berlama-lama menginjak kerak bumi ini.

Hati dan pikiran adalah persemayaman mereka. bedanya hati dan pikiran adalah: PIKIRAN mengetahui mana yang BENAR dan mana yang SALAH, tetapi HATI mengerti mana yang BAIKdan mana yang BURUK. aku benci disaat pikiran berkata YA dan hati berkata TIDAK begitupun sebaliknya. aku terlalu sibuk membuang waktuku hanya untuk berperang dengan hati dan pikiranku. adakalanya aku membenci suatu hal, hatiku berkata aku tak patut membecinya, tetapi pikiraku terus bergejolak memdendangkan semua asa dan berkata KAU PATUT MELAKUKANNYA (membenci) karena ini tak adil untukmu. aku tak berdaya, seperti, mungkiin ikan yang dibawa kedaratan. tak bisa berbuat apa-apa.

adakalanya aku merasa muak dengan semua konflik yang ada. konflik internal maupun eksternalnya. berperang melawan diri sendiri itu membuatku sakit! bahkan lebih sakit daripada berperang dangan orang lain. jauh lebih sakit. tetapi...ada suatu hal yang membuatku berfikir dua kali untuk menjadikannya musuh abadiku. hmmmm, sebagaimanapun aku membeci mereka, dan walaupun aku menjadikan mereka musuh abadiku sampai ujung waktu, mereka selalu mengiringi setiap lini kehidupanku. aku takkan bisa mengikari dan lari dari mereka. tak dapat dibohongi bahwa mereka ternyata juga penghias hidup ini. hidup takkan seindah ii tanpa mereka. keburukan mereka merupakan keindahan yang tersirat bagi hidup ini :')

Tuesday, 17 July 2012

US


sekedar curahan hati pelajar galau yang baru berusia 16 tahun setengah. sebetulnya gini lho, agak berat melepas masa sophomore itu. awalnya gue ngerasa biasa-biasa aja, gak ada yang spesial di masa sophomore itu. pada awalnya gue masih menyisakan kenangan-kenangan akan kebersamaan gue dengan temen-temen waktu masih freshman. jujur aja sih, awalnya ketika masuk XI IPA 3, gue agak-agak males dan wondering "ini kelas kok gini amat?" anak-anaknya ga ada yg gw kenal, paling-paling yang cuma sekedar tau aja. yang gw kenal cuma temen-temen gw dari kelas X dan pacar gue yang tidak sengaja nyasar ke IPA 3.

gue mencoba untuk membawa diri, juga mengenal anak-anak IPA 3. dan ternyata, makin kesini, gak tau kenapa kok jadi makin asoy-geboy gitu kelasnya. apalagi ada duo sedeng; si Batak (Djabar Kurnia HASIBUAN), dan si Encek (Stevanus randy) yang merubah image "IPA" seperti kelas STM yang gaduh dan berisik. setiap hari, kita semua tidak luput dari banyolan duo sedeng itu. ada aja hal-hal menggelitik yang selalu mereka sajikan untuk kami semua. terlebih lagi wali kelas kami juga sama gilanya #oops.

setiap kali gue masuk kelas, pasti ADIDAS ladies (izta, nisrin, rina, memet, yussy, denti, puput, dkk) sudah bersiap dengan topik perbincangan yang hangat layaknya bala-bala yang baru diangkat dari penggorengan. kalau udah ngobrol sama mereka, beuuuuhhh manjaaaaang kayak kereta. edaaaaaaannnnn. ada yang curhat karena dalam LDR, ada yang curhat karena tugas belum dikerjain sama sekali padahal besok harus dikumpulin, dan masih banyak lagi. lagi asik-asiknya curhat, eeeeehhhhh depkolektor alias mafia pulsa, abang HENDRO WIYOTO datang untuk menjalankan tugas yaitu menagih uang pulsa, udah nagih kebeberapa orang, tp jawabannya gak ada yang berubah "besok yah ndo yah" atau "entar deh seninn aja" hahaha (ssst gue termasuk org yg suka ngutang juga lho xiixii).

yang bakalan terus gue kenang itu adalah kemenangan kita di film dan teater. ternyata bener kata kokoh encek "apa artinya alat-alat lengkap tanpa kebersamaan". ahahahaaa beneran deh, kalo gue boleh jujur, gue belum pernah ngerasain kebersamaan yang kayak gini sebelumnya. temen-temen yang setia dan selalu ada untuk membangunkan siapa saja yang terjatuh. pokoknya kalian itu temen yang paling baik yang pernah gue temuin. ketika gue ada masalah di rumah, lu semua berhasil balikin mood gue. jujur, kalo ga ada lu, gue pasti udah gak akan sekuat ini. kalian semua berarti buat gue. makanya, ketika gue berantem sama encek, gue ngerasa ada yang beda, gue ngerasa amat sangat bersalah.

kawan, aku ingin persahabatn kita gak sampai disini. aku ingin kalian selalu ada. karena kalian adalah sahabat terbaik yang pernah aku punya. kalian semua berharga. kalian semualah yang bakal terus aku kenang. pokoknya, jangan lupakan persahabatan kita yah. ceritakan pada anak-anak kalian kelak, betapa indahnya persahabatan kita.

"as we go on, we remember all the times we had together. and as our lives change come whatever we will still be FRIENDS FOREVER!!!" -Vitamin C
"ADIDAS, anak didik abdul squad. 38 hands beat together as one.AND THAT'S WHAT WE ARE"
i love you guys so much!!!