Kertas ini masih kosong,
dan aku pun tak kuasa melihatnya tetap kosong seperti ini.
Logika...memintaku untuk segera memecahkan kekosongannya,
tetapi apa daya, sepatah kata pun enggan mengisi kekosongan itu.
Teralu berat bagiku untuk mengisi kekosongan ini.
BUNTU! semuanya BUNTU! tak ada celah!.
Kata-kata indah yang dulu selalu tersurat, enggan lagi menampakan wujudnya.
Seperti terlalu berat tanganku ini untuk merangkai kata itu kembali,
bahkan hanya untuk sepercik tinta saja aku tak mampu.
Dimana sinyal logika itu yang selalu kunanti?,
yang selalu kutunggu pancarnya kepada hati agar terciptalah rangkaian itu.
Kemana pancaran yang selalu kutunggu?,
pancaran yang memberiku keyakinan akan karunia yang Tuhan beri pada diri ini.
Aku ingin semuanya kembali!
dan bagaimana pun caranya, aku takkan membiarkan pohon dengan dedaunan kata indah itu tumbang dihadapanku dan menimpa ragaku sendiri!
No comments:
Post a Comment