Apakah hati ini belum puas melukai dirinya sendiri? apakah pikiran ini belum juga selesai mengadu domba aku dan diriku sendiri?. Wahai sang pencipta, adakah jalanmu untuk menghentikan derasnya kecaman hati dan pikiran ini? yang terlantur dari getaran bisik setan-iblis yang setiap detik mengiang. Aku ini hanya sesosok gadis kecil yang tak tahu bagaimana harus berbuat. Dan bisikan-bisikan itu benar-benar membuatku gila. Andaikan hati ini bisa kutulikan, akan kulakukan itu semua agar aku tak dapat lagi mendengar bisikan setan-iblis itu. Disinilah masalahnya, mereka berbisik bukan didengar oleh telingaku, melainkan langsung oleh hati dan pikiranku sendiri. Dimana mereka takkan pernah harmonis disaat-saat mencekam seperti ini.
Seperti yang kau ketahui, aku hanyalah seorang gadis biasa, aku bukan bunga sekolah, bukan bunga desa, atau bunga apapun itu, aku juga bukan anak seorang saudagar ataupun priyai. Akan tetapi, aku hanyalah seorang gadis yang selalu tersenyum manis untuk menutupi milyaran luka yang mendesir di setiap mili darahku. Aku mungkin terlalu pengecut untuk menyatakan semua yang kurasakan pada dunia ini. Aku tak berani berbicara barang hanya sepatah katapun. Karena aku terlalu muak pada dunia. Bukan berarti aku tak bersyukur bisa hidup disini, tetapi, aku hanya tak sanggup berperang melawan diriku sendiri, yang sedang berlaga di panggung sandiwara terbesar sepanjang hayat.
Kau tahu, aku tak munafik, aku iri pada mereka. Yang selalu bisa tersenyum selebar-lebarnya. Yang pendapatnya selalu digubris dan tak pernah menggubris pendapatku, pendapat SI GADIS BODOH. Mereka punya kelebihan yang bisa mereka tunjukan dan sombongkan pada dunia ini. Sebagian dari mereka mempunyai ketampanan/kecantikan, kekayaan, popularitas, dan kepintaran. Sedangkan aku, lihatlah aku, hanya sesuatu paling bodoh yang pernah dunia punya. Yang bisanya hanya menangis, merintih, tanpa ada yang peduli. Aku ini sok! sok punya kebisaan, sok punya kepintaran padahal mereka semua NIHIL!.
Mereka yang serba lebih itu mempunyai orang yang selalu mereka banggakan, yang bisa mereka peluk dan cium setiap waktu; mereka mempunyai orang tua, LENGKAP!. Tidak sepertiku, si gadis bodoh. Ayahku tak tinggal disini bersamaku, dan ibuku telah tiada. Aku sendirian! tidak ada yang menemani. Hanya tulisan demi tulisan yang tak bermutu ini saja yang menjadi teman setiaku disaat dunia mengabaikanku. Mereka mempunyai seseorang yang bisa mereka datangi disaat mereka bersedih. Sedangkan aku, seseorang itu telah tiada. Aku hanya inginn jujur, hidupku hancur setelah kepergiannya.
Ya Tuhan, berilah aku pentunjuk, agar aku bisa menterjemahkan semuanya. Agar aku mengerti apa yang sedang kau bicarakan. Dan kumohon, agar kebahagiaan yang kau janjikan dapat kurasakan secepatnya. Amin.
No comments:
Post a Comment